jump to navigation

Tangisan seorang Ibu…. December 7, 2009

Posted by Riza Hirfan in Refleksi dan Motifasi.
add a comment

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti…. ” Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?”Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.”Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,”Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi. Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaan nya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan”. Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup

Ultah ke-4 Ariq Ahmad Wiza November 25, 2009

Posted by Riza Hirfan in Family.
add a comment

 

 

24 November 2009 adalah tahun ke 4 di kehidupan Ariq. Seharusnya di update kemaren ya… Tapi gpp lah baru telat sehari. Alhamdulillah Ariq udah 4 tahun pada hari Selasa tanggal 24 November 2009 kemaren.

Harapannya apa nih ya…(doa ayah ama bunda nih) :

Moga jadi anak yang sehat, baik, pintar dan berbakti sama orang tua, agama dan negara .

Gak nakal lagi, ama ayah, bunda, adek n nenek. Teman-teman juga ya…

mo rajin belajar kan udah ayah beliin papan tulis ama buku gambarnya yang banyak, spidol ama pensil warnanya juga udah lo…,

gak suka ngengek lagi, kasihan ama bunda donk kan bikin pusing, kasihan ama adik afif juga kan suka terkejut dan nangis jadinya dengerin suara “geledek” abang.

Tahun ajaran baru udah harus mau sekolah ya… kemaren sepatu “lampunya” ama tas kan udah dibeliin kan. AC-nya jangan sekarang dulu ya , kan Ayah masih banyak hutang n lagian kan musim hujan, jadi dingin terus donk kamarnya. Lagian juga Abang kan gak mau pake selimut kalo bobo’, Ntar jadi demam karena kedinginan. OK ya nak…