jump to navigation

Afif Pulang dari RSBK… January 28, 2009

Posted by Riza Hirfan in Family.
add a comment

Alhamdulillah tanggal 27 Januari 2009 siang Afif udah diperbolehkan pulang oleh Dokter. Sore tanggal 26 Januari 2009 setelah nengok Afif bersama nenek dan Kak Ince juga di telpon oleh suster untuk ambil obat. Karena dokter baru visit setelah jam kunjung usai, dan ada obat yang harus diambil.

Jam 5 sore Ayah dan Bunda balik lagi ke RSBK untuk nengok dan sekalian ambil obat Afif. Oh ya waktu siangnya ditanyain ke suster hasil pemeriksaan labor kadar Bilirubin Afif semakin turun, udah 10-an. Normalnya dibawah 10. Jarak Batu aji ke RSBK yang cukup jauh, apalagi dengan naik motor aja berboncengan dan dengan kondisi Bunda yang masih pemulihan dari luka operasinya tidak menghalangi keinginan kami untuk kembali nengok Afif. Yang membuat Ayah kurang puas setiap nengok dan waktu minum ASI dari bunda Afif masih aja kayak kurang kuat gitu. Entah memang habis dikasih susu botol oleh suster atau memang masih malas mimik Bunda. Dan juga udah lama gak dengan suara Afif kalo nangis. Kemaren walau udah digelitik dan dicubit (maaf ya nak..) eh masih aja Bobo.

Sesampai di RSBK jam 6 kurang. Jam kunjung belum buka. Tapi langsung aja nemuin suster untuk ambil resep, dan Bunda langsung minta Afif untuk disusuin. Alhamdulillah, Afif mimik Bundanya udah kuat. Jadi hilang dech capeknya perjalanan dengan motor yang melelahkan. Sembari itu Ayah pergi ke apotik untuk ambil obat.

Setelah ambil obat dan menyerahkan ke suster jaga, Afif masih mimik Bunda. Karena rasa penasaran juga pengen lihat matanya Afif (kan udah 3 hari ditutupin karena proses foto terapi), Ayah buka sedikit tutup matanya sambil nengok-nengok suster jaga biar gak ketahuan (nakal Ayahnya ya…). Oh ya, Afif kalo disusuin gak di ruang bayinya, tapi ada satu lagi ruangan khusus untuk Ibu yang mau menyusui anaknya selama jam besuk. Senang sekali bisa nengok mata Afif dan melihat udah kuat Mimiknya sama Bunda.

Setelah puas, kali pulang dan mampir dulu di Panbil untuk makan malam, makan Soto padang di RM Barangin, terus nemenin Bunda yang mo potong rambut dan beli roti untuk nenek di rumah. Oh ya, gak lupa beli oleh-oleh untuk Abang Ariq, beli ayam Chaki KFC kesukaannya.

JANGAN SAKIT LAGI YA DEK…

Afif sakit… (Part 2) January 25, 2009

Posted by Riza Hirfan in Family.
add a comment

 

img_0174

Pagi jam 10 tadi tanggal 25 Januari 2009, Kami nengok Afif. Oh, ya, Selama di rawat inap Afif gak boleh ditunggui. Kami cuma diperbolehkan untuk besuk di jam yang telah ditentukan oleh pihak rumah sakit. Pagi jam 10 – 12 siang. dan sore jam 18-20 malam. Di jam itu lah Bunda usahain untuk menyusui Afif. Tadi udah di coba disusui Bunda tapi kok masih kayak kemaren ya. Masih malas dan bawaannya tidur aja. Udah di gelitik telinga sama kakinya juga begitu. sampe ayah cubitin kakinya biar nangis dan dengar suaranya. Kasihan Afif matanya ditutupin karena selama proses foto terapi matanya di tutuo untuk keamanan matanya. Ayah jadi pengen buka jadinya, mau lihat wajah Afif. Tapi nanti suster jaga bisa marah besar nanti, dan juga Ayah gak mau ambil resiko nanti ada efeknya ke Afif kalau di buka matanya. Jadi disabarkan dulu untuk nengok matanya. Miris juga Ayah dan Bunda nengok. Tapi ini untuk kebaikan Afif juga kan, supaya cepat sembuh dan cepat pulang ke rumah.

Oh, ya dicoba tanyain ke suster jaga bagaimana perkembangan Afif. Yang menggembirakan bilirubinnya udah turun jadi 11-an. Jadi udah turun. Tentunya harapan kami akan terus turun dan normal kembali.

Penasaran dengan apa yang dialami Afif, Ayah coba cari terus informasi tentang “bayi kuning” tersebut. Ini kira-kira gambaran umumnya :

Apa yang disebut bilirubin?

Bayi kuning terjadi karena adanya peningkatan bilirubin di dalam darah. Bilirubin merupakan hasil pemecahan sel darah merah yang telah mecapai usia tertentu (sel yang telah tua). Bila jumlahnya di dalam darah cukup banyak, ia akan ditimbun di bagian-bagian  tubuh tertentu. Gejala yang terlihat ialah warna kuning pada kulit, bagian  putih bola mata dan mukosa (selaput lendir) tubuh. (more…)