Pulkam ke Padang (jilid 2) April 25, 2009
Posted by Riza Hirfan in Family.add a comment

Pulang kampung ke Padang awal April kemaren dimaksudkan terutama menjumpai langsung orang tua yang udah lama juga gak ditengok. Maklumlah orang di rantau dan jarak yang sangat jauh tentunya tidak bisa setiap saat bertemu. Pertemuan terakhir sewaktu Ortu mau berangkat menunaikan ibadah haji setahun lebih yang lewat. Tentunya rasa kangen bertemu langsung dan mendengarkan pengalaman mereka di tanah suci sangatlah akan menyenangkan.

Selain menemui Orang Tua tentunya bersilaturahmi dengan sebagian besar keluarga yang ada di kampung. Kakak, Etek, Uwan, dan tetangga yang ada di kampung tentunya sangat gembira dengan kedatangan kami.
Oh ya, Pulang ke Padang kemaren Kakak laki-laki dan keluarganya juga ikut serta. Ya, tentunya dengan maksud yang sama.
Kegiatan kami selama di Padang diisi bersih-bersih rumah, perbaiki listrik di rumah yang udah mulai berbahaya atau rusak. berwisata ke Padang Panjang di daerah Malibo Anai, dimana ada tempat pemandian alam dengan air yang sejuk dan bersih. Makan Sate “Mak syukur”. Makan cendol “Pattimura” di kota Padang dan ke Pasar Baru, Bayang Pesisir Selatan ke rumah Ni Yen dan Da Mon bersilaturahmi sekalian menjemput beras. Oh ya, menurut rencana Ayu(Adik Istri) akan malangsungkan pernikahan di Batam tanggal 9 Mei 2009 ini. Kebetulan Papa dan Mama(mertua) di kampung selesai panen padi. Jadi sekalian di bawa ke Batam untuk acara tersebut.
Tanggal 8 April 2009, sehari menjelang pemilu, setelah lima hari di Padang kami kembali ke Batam.



Pulkam ke Padang (jilid 1) April 23, 2009
Posted by Riza Hirfan in Family, Uncategorized.1 comment so far

Awal April 2009, setelah transit lewat Bandara Sultan Kasim II di Pekanbaru dari Batam dengan pesawat Lion Air, perjalanan ke Padang dilanjutkan lewat jalan darat dengan mobil Travel ke Padang. Ya, selain menghemat biaya tiket pesawat langsung ke Padang yang lumayan mahal, juga karena ingin bernostalgia lewat jalur darat yang udah lama sekali gak dijalani karena kebiasaan lewat jalur udara yang langsung ke Padang dari Batam. Ingin mengupdate rangkaian perjalanan terdahulu yang pernah dijalani.
Perjalanan darat Pekan Baru biasanya bisa ditempuh selama +/- 8 jam perjalanan. Jadi sekitar jam 12 malam bakal sampai di Padang karena berangkat dari Pekan Baru sekitar jam 4 sore. Gak begitu ramai penumpang yang ada di travel kami. Cuma 4 orang aja. 2 Orang dengan tujuan Batu sangkar, satu lagi turun di jalan setelah bangkinang, dan cuma satu orang aja yang ke Padang. Bingung khan? karena jalannya tidak satu arah semua. Jadi waktu di Pekan Baru karena persaingan sesama travel dan sedikitnya jumlah penumpang, jadinya semua jurusan mereka bawa semua, dengan maksud di Bukittinggi (dimana bisannya jalan menyimpang ke berbagai jurusan di Sumatera Barat) mereka oper ke kawan mereka sesuai jurusan. Karena cuma sendiri gak bawa keluarga jadinya gak mikirin bakal repot nantinya di oper kesana kesini.
Magrib kami berhenti untuk beristirahat di daerah sekitar RM Rangkiang. Kalo gak salah sekitar daerah ini mengalami kebakaran beberapa waktu yang lalu. kayaknya udah banyak perubahan dengan bangunan permanen yang lebih modern untuk melayani penumpang yang singgah untuk beristirahat makan, atau sekedar minum kopi atau teh dan juga beribadah di tempat yang telah disediakan.

Setelah makan dan sholat Magrib perjalanan dilanjutkan dengan melewati jalan-jalan yang agak sempit dan berkelok di sepanjang perjalanan, yang
bermuara di daerah “kelok sembilan” menjelang kota Payakumbuh. Disini biasanya terjadi kemacetan yang sangat panjang karena belokan yang curam dan jalan yang kecil, dimana dilewati banyak kendaraan kecil dan sangat besar (Truk dan Bus) dikarenakan ini jalan propinsi yang terdekat untuk mencapai Sumatera Barat dari Pekan Baru Riau.
Terlihat proyek pelebaran jalan dan pembuatan Jalan Baru untuk memperlancar jalur ini masih jauh dari penyelesaian. Padahal proyek ini sudah berjalan beberapa tahun. Tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat penyelesaian jalan ini untuk kelancaran arus transportasi Sumbar dan Riau.

Setelah melewati kota Payakumbuh, di Bukittinggi di oper ke mobil lain yang menuju Padang dikarenakan mobil travel ini menuju Batu sangkar. Sekitar jam 12 malam sampai di Perumahan Singgalang Kota Padang dimana Orang Tua bertempat tinggal. Capek dech…..



