jump to navigation

A Moment in Palembang…. July 25, 2009

Posted by Riza Hirfan in Family.
add a comment

Image0074

Alhamdulillah Rabu siang tanggal 22 Juli 2009 kemaren  Bunda akhirnya dengan selamat sampai kembali di kampung halaman (yang kedua), di Batam kota… (kota apa ya???).

Setelah lebih kurang selama 10 hari mengikuti pendidikan dan latihan pra jabatan depkes, dengan jadwal yang cukup padat dan melelahkan, dari pagi sampai malam dengan banyak materi yang agak membosankan, jauh dari keluarga yang terpaksa ditinggalkan, akhirnya hari yang ditunggu, pulang kembali ke pangkuan suami (eh.. maksudnya keluarga) keharibaan Kota Batam Tercinta.

Dengan sedikit modifikasi motor supaya bisa mengangkut Bunda dan kopernya yang lumayan besar akhirnya Bunda bisa sampai kembali di rumah. Sampai-sampai ayah pun minta izin cuti dengan alasan  hujan, padahal sebenarnya udah gak sabaran ketemu Bunda tuch…he..he..

Abang dan  adek saking gembiranya sampai teriak menyambut kedatangan Bunda tersayang. Peluk cium untuk ananda tersayang.

Adek kayaknya agak kebingungan juga karena udah lama tidak bertemu. Abang sudah tidak sabar utnuk membongkar tas Bunda, untuk mencari oleh-oleh yang dibawa  Bunda.

Oh ya, hari Minggu pas libur pelatihan Bunda dan beberapa teman-teman utusan dari luar daerah Palembang ,sempat ke Jembatan Ampera sebagai ikon kota Palembang dan membeli oleh-oleh khas Palembang, Mpek-mpek, kerupuk kemplang, kerupuk cumi, dan dodol khas dari daerah sana.

Ini ada beberapa foto Bunda selama di Palembang

Image0137

Image0200

LPJ di palembang (1)

Image0092 (2)

SEMOGA DAPAT MENGAPLIKASIKAN APA-APA YANG DIDAPAT SELAMAPENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAN MENJADI ABDI NEGARA YANG BAIK YA…

 

 

Repotnya… July 19, 2009

Posted by Riza Hirfan in Family.
add a comment

DSC02820

Tidak terasa udah 1 minggu Bunda meninggalkan kami (Eit…bukan yang itu maksudnya…jangan salah sangka dulu) mengikuti Latihan Pra Jabatan di Bapelkes Palembang Sumatera Selatan.

Walaupun udah tiap hari saling ”call” atau Sms-an gak menutupi rasa pengen cepet berkumpul kembali (ceileh….). Gimana Bunda nih…kayaknya juga sama kan?. 

Oh ya, dari perkembangan terakhir pelatihan Bunda dipersingkat. Karena ada tanggal merah (libur) pada tanggal 20 Juli besok, tetap masuk alias gak libur jadi hari itu dipadatkan skedul pelatihannya. Jadinya dari jadwal semula penutupannya tanggal 23 Juli dimajukan menjadi 21 Juli. Dengan kata lain Bunda udah bisa pulang ke Batam tanggal 22 Juli (Hore….lebih cepat lebih baik kan Bunda…).

Masalahnya tiket kembali untuk tanggal 24 Juli sesuai jadwal awal udah dibeli. Ya, setelah pengurusan penjadwalan ulang ke agen tiket pesawat dan dengan penambahan sejumlah uang dari pihak agen, maka tiket pulang ke Batam baru bisa diperoleh.

DSC02906Dalam seminggu ini Ayah udah mencoba bagaimana rasanya menjadi seorang ayah dan juga seorang ibu (ceileh…). Sangat repot sekali ya… Walaupun udah dibantu ama Nenek, Ayu, juga Niken, tetap saja mengurusi rumah tangga dan anak-anak bagi seorang lelaki mungkin sangatlah berat.  Dan itu dilakukan Bunda atau sebagian besar seorang Ibu setiap hari.

Dari mulai mengandung, melahirkan, mengasuh anak, mengurus suami, mengurus rumah tangga dan lainnya semua dijalani dengan kelapangan hati.

Inilah satu kelebihan seorang wanita. Allah jadikan fitrahnya dari fizikal dan kehalusan perasaan, mampu menanggung segala macam tugas dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

Lebih-lebih kalau isteri dapat rasakan apa yang dibuatnya itu akan membahagiakan suami dan mengganjarkan pahala dari Allah. Di situ dia mendapat motivasi dan lebih bersemangat untuk buat bermacam pekerjaan.

Sebagai seorang suami harus bagaimana? Apakah dengan pura-pura tidak tahu, tidak mau membantu, memahami perasaan si isteri?

Suami yang paham akan menambah motivasi untuk isteri melalui ucapan terima kasih, kata-kata pujian, belaian, kasih sayang, sikap prihatin, turut membantu dan sekali-sekali memberikan hadiah. Segala kepenatan, segala lelah dan penanggungan akan hilang bila semua itu suami hargai.

Rasanya tidak mungkin menguraikan satu demi satu susah payah dan pengorbanan isteri. Bentuk pengorbanan pun tidak sama antara seseorang dengan yang lain, tetapi cukuplah dikatakan bahwa sebagai ibu rumah tangga, isteri umumnya menanggung banyak perkara. Isteri sanggup berkorban karena dia rela mengutamakan, mendahulukan dan melebihkan suami berbanding dirinya.

P1160068Wadduhh….kok jadi serius gini ya melihat peranan seorang Bunda… Semoga setiap ayah atau suami mau memahami hal-hal  yang disebutkan di atas ya..

Gimana  Bunda? Kalau ayah gimana? apa udah masuk kriteria nih sebagai seorang suami yang baik?

Perasaan habis pulang kerja, bantuin cuci piring, menyapu, gendong ama bobokin adek, pijitin bunda karena capek-capek katanya, sampai gak sempat nonton TV segala he..he… (Belum seberapa ya kan Bun…)

Tapi Insya Allah Ayah akan tetap berusaha menjadi seorang Ayah dan Suami YANG TERBAIK YANG PERNAH ADA(wow…..) Amin Ya Rabbal ‘alamin…